Artikel Terbaru

header ads

Profil RMI NU


Rabithah Ma’ahid al Islamiyah disingkat RMI, bertugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama di bidang pengembangan pondok pesantren dan pendidikan keagamaan. RMI lembaga Nahdlatul Ulama dengan basis utama pondok pesantren yang mencapai 14.000 buah diseluruh Indonesia. Dalam Anggaran rumah Tangga Nahdlatul Ulama disebutkan bahwa Rabitah Ma’ahid Islamiyah adalah lembaga yang bertugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama di bidang pengembangan pondok pesantren dan pendidikan keagamaan. Disinilah RMI berfungsi sebagai katalisator, dinamisator, dan fasilisator bagi pondok pesantren. Berdirinya pondok pesantren di inisiasi oleh kyai yang didukung masyarakat sekitarnya. Di dalam pondok pesantren pendidikan yang di dapatkan bukan sebatas teori, namun praktek keberagamaan. Sehingga, pesantren merupakan tempat penanaman nilai-nilai moral yang mampu membentuk jatidiri manusia indonesia yang berahlaqul karimah.

Salah satu tokoh yang memelopori terbentuknya RMI adalah KH.Idham Khalid.  Dalam sejarahnya Sebelum terbentuk RMI, pondok pesantren NU bernaung di bawah lembaga Ittihadul Ma`ahid, namun dalam perkembangannya berubah menjadi RMI yang menaungi pondok pesantren hingga sekarang. latar belakang pendirian RMI itu tentunya tidak lepas dari keinginan agar kalangan pondok pesantren bersatu, mengingat persatuan pondok pesantren bisa menjadi upaya menuju persatuan Indonesia.

Dalam perkembangannya RMI lebih banyak memposisikan diri untuk menjadi fasilitator bagi berbagai pesantren untuk menjalankan programnya dan memberikan dukungan kepada pesantren di lingkungan NU, sehingga keberadaannya semakin dirasakan manfaatnya dan semakin banyak pesantren yang bergabung dan terlibat didalamnya.


Posting Komentar

0 Komentar