Artikel Terbaru

header ads

Santri Kembali ke Pesantren, Hendaknya Lakukan Koordinasi dan Memperhatikan Protokol Kesehatan

Memasuki bulan Syawal 1441 H, banyak pihak mempertanyakan kapan dimualinya pendidikan di pesantren. Ini berkaitan dengan kondisi yang masih rawan dari wabah Corona (Covid-19). Biasanya awal Syawal adalah awal tahun pelajaran baru bagi pesantren sebagai satuan pendidikan.

Merespon hal tersebut, RMI NU Jatim mengikuti rapat koordinasi dengan jajaran Pengurus Wilayah NU Jatim, Ahad/31 Mei 2020 di kantor PWNU Jatim. Beberapa poin keputusan dihasilkan dari rapat tersebut. Bahwa kepulangan santri kembali ke pesantren sepenuhnya ada pada pengasuh. Namun demikian diharapkan untuk berkoordinasi dengan Satuan Tugas NU khusus Covid-19 di daerah masing-masing.

Koordinasi dengan pemerintah setempat harus juga diperhatikan, sebab kepulangan santri akan melibatkan banyak aspek, seperti transportasi, fasilitas kesehatan dan lainnya. 

Dengan demikian kepulangan santri ke pesantren masing-masing bisa tidak serentak, bisa berbeda waktu dan bertahap. Semuanya tergantung kesiapan pesantren masing-masing.

Bagi RMI NU Jawa Timur aspek Aman, baik aman dari virus berarti sehat, aman selama perjalanan adalah hal utama yang harus diperhatikan dan menjadi prioritas. Demikian disampaikan oleh KH Zaki Hadzik, ketua RMI NU Jatim.

Posting Komentar

0 Komentar