Artikel Terbaru

header ads

Wirid-Wirid itu Kembali Lagi

Dulu, pondok pesantren punya tradisi keliling pondok pesantren sambil membaca doa dan shalawat. Tahun 60an, santri Tebuireng keliling pondok sambil membaca لي خمسة sampai selesai. Sewaktu Saya di PP. Nurul Jadid, santri dijadwal keliling pondok sambil membaca shalawat Burdah. Kami beramai-ramai sambil menabuh kaleng, botol agar alunan Burdah ada musiknya.

Tapi saat ini, Saya kok jarang dapat kisah tradisi itu terus langgeng. Bukan hanya di Tebuireng. Tapi barangkali dipondok pesantren lain juga tradisi itu luntur bahkan lenyap.

Saya tidak tahu sebabnya. Tapi barangkali, seiring dgn kemajuan ilmu dan teknologi kedokteran, menjadikan tradisi keliling pondok sambil membaca doa/shalawat menjadi tidak lagi penting karena jika sakit, kedokteran sudah maju. 

Lalu begitu dihajar Covid-19, doa dan aurad menolak penyakit yg dulu hampir dibaca tiap hari lalu lenyap, sekarang mulai muncul.  kembali. 

Ada baiknya, tradisi2 yg baik dipondok pesantren tetap dipertahankan dan yang  lenyap, kembali dilaksanakan.

Tabik

Zaki Hadzik.
Ketua PW. RMI-NU Jawa Timur

Posting Komentar

0 Komentar