Artikel Terbaru

header ads

Serba Serbi Silatnas Bu Nyai Nusantara, Sebuah Kesaksian



Diantara selfa selfie ala ibuk-ibuk yg berbahagia bertemu para sahabat dan handai taulannya, secara keseluruhan acara ini menurut saya luar biasa. Selain karena mampu mempertemukan hampir 500 perserta yang terdiri dari ibunyai dan nawaning dari berbagai "genre" dan usia, acara ini juga dikemas cukup apik. Tidak terlalu kaku, namun juga tidak hanya berisi haha hihi... dari beberapa forum yg pernah saya ikuti, adakalanya "genre" dan usia yg berbeda itu menjadikan penghalang kehadiran bagi bunyai atau nawaning yg merasa berbeda kecenderungan. Misalnya forum yg terkesan terlalu akademis, tentu menyebabkan beliau beliau yg merasa sudah bukan masanya lagi utk banyak berdiskusi dalam forum forum semacam itu, memilih undur diri.

Tapi, saya melihat hal berbeda dalam acara Silatnas Bunyai Nusantara ini. Tanpa menghilangkan forum forum serius seperti FGD dg 4 tema yg kontekstual dg persoalan kekinian, forum ini terbukti mampu menarik perhatian poro bunyai bunyai sepuh dan poro nawaning dari seantero jawa hingga sumatera.
Penulis di tengah, berbaju merah

Merasa terharu atas kesabaran panitia, dan juga para senior seperti Ibu Alissa Wahid, ibu Hindun Annisah, dll. yg kerso mengawal hingga pleno akhir siang ini tadi, (sementara saya yg lebih yunior malah harus pulang duluan 😫😫).

Jempol Topmarkotop untuk panitia, penyelenggara dan relawan acara, terutama poro bunyai dan nawaning yang mecurahkan waktunya demi suksesnya acara keren ini. Semoga forum ini menjadi energy baru untuk gerakan perempuan berbasis pesantren demi perjuangan kebaikan dan kemajuan bangsa, negara dan agama ke depannya. Amin.

Salam hurmat kagem panjenengan sedoyo: Tutik N. Janah.

Posting Komentar

0 Komentar