Artikel Terbaru

header ads

RMI Jatim Siap Sambut Ratusan Bu Nyai se-Nusantara


Dinamika sosial keagamaan di Indonesia sudah demikian kompleks dan membutuhkan perhatian serius dari para pengasuh pesantren. Pesantren sebagai pusat pendidikan keagamaan di Indonesia sejak berdirinya selalu memperhatikan dinamika sosial di sekitarnya dalam berdakwah. Sudah banyak peran dan jasa pesantren dalam membangun masyarakat, bangsa dan negara Indonesia. Peran ini diharapkan terus berlanjut sampai kapanpun. Dinamika keagamaan di Indonesia, akhir-akhir ini menunjukkan gejala, di mana masyarakat mencari dan memperoleh ajaran agama tidak dari sumber yang kredibel dan kompeten.

Dalam rangka merespon dinamika sosial keagamaan seperti itu, pada tanggal 13-14 Juli 2019, di Surabaya, para Bu Nyai, sebagai pengasuh pesantren dan majelis ta’lim mengadakan Silaturahmi Nasional. Acara ini digagas dan diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Rabitah Ma’ahid Islamiyah (PW RMI) Nahdlatul Ulama Jawa Timur. Menurut H. Muhammad Zaki Hadziq, ketua RMI Jatim, momen ini sangat spesial dan penting. Para Bu Nyai, selama ini dipersepsikan berada di belakang layar. Namun peran mereka sangat besar dalam pengelolaan pesantren dan mengasuh umat. Menyadari dinamika sosial keagamaan di Indonesia sekarang ini, mereka berusaha menyempatkan berkumpul dan bermusyawarah untuk mencari berbagai solusi atas kebutuhan umat.

“kami siap menyambut para Bu Nyai se-Nusantara, memfasilitasi mereka bersilaturahmi dan berdiskusi tentang berbagai hal yang sudah direncanakan. RMI memang yang menginisiasi dan mengorganisir, tetapi para Bu Nyai yang sebenarnya memiliki acaranya,” demikian pernyataan ketua RMI Jatim. Kegiatan ini diorganisir oleh Bidang Pemberdayaan Pesantren Putri RMI NU Jatim yang diketuai oleh Hj. Maslachatul Ammah Sholeh, sekaligus sebagai ketua panitia Silatnas Bu Nyai Nusantara.

Silatnas Bu Nyai Nusantara ini akan dihadiri oleh lebih dari 400 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Selain itu, para tokoh nasional, ahli, praktisi yang kompeten di bidangnya juga hadir untuk memberikan masukan kepada para Bu Nyai sebagai bahan berdiskusi. Dengan mengambil tema “Meneguhkan Peran Dan Eksistensi Bu Nyai Dalam Merespon Perkembangan Sosial Keagamaan” diharapkan bisa memberikan berbagai solusi yang dihadapi masyarakat. Tidak hanya urusan keagamaan, tetapi juga masalah lainnya.

Posting Komentar

0 Komentar