Artikel Terbaru

header ads

RMI Menjawab Tentangan Keagamaan Generasi Milenial


Indonesia akan memiliki jumlah generasi emas, generasi produktif yang luar biasa di masa mendatang. Mayoritas mereka adalah generasi milenial. Kondisi ini tentu menjadi modal besar bagi bangsa Indonesia untuk terus maju di masa mendatang. Di sisi lain, jumlah besar ini juga memiliki problem tersendiri.

"Mereka, generasi milenial, berdasarkan survey menunjukkan perilaku menghabiskan 8 jam di depan komputer, 3 jamnya untuk bermedsos", demikian gambaran yang disampaikan oleh KH Abdul Ghofar Rozin, Ketua PP RMI-NU di hadapan peserta Forum Diskusi Kebangsaan Santri Milenial di Pesantren Sabilur Rosyad, Sidoarjo.

Kegiatan diskusi tersebut digelar selama dua hari (4-5 April 2019). Lebih dari 150 santri dari berbagai pesantren di Jawa Timur mengikuti kegiataan ini. Selain pelatihan, juga diselenggarakan diskusi dan pelatihan dengan narasumber kompeten di bidangnya.

Lebih lanjut, Gus Rozin, demikian biasa disapa, menyampaikan generasi milenial di Indonesia, 90%nya memandang bahwa masalah keagamaan sangat penting. Hal ini berarti, konten keagamaan di internet harus menjadi perhatian serius. Mereka belajar agama melalui internet. Yang dikhawatirkan adalah mereka belajar pada situs-situs yang tidak mengajarkan rahmatan lil alamin. Ini adalah tantangan besar generasi milenial dalam bidang keagamaan.

RMI (Rabithah Maahid Islamiyah) atau Asosiasi Pesantren Islam Indonesia, berupaya untuk beperan dalam penyediaan konten yang rahmatan lil alamin. Melalui pelatihan media sosial bagi para santri milenia, kerjasama RMI dengan Kementrian Infornasi dan Komunikasi, RMI NU Jawa Timur diharapkan akan melahirkan santri-santri milenial yang mampu mencegah hoax dan mampu menebar rahmat di internet.

Posting Komentar

0 Komentar