Artikel Terbaru

header ads

Selamat Jalan ke Jannah Mujahid Al Noor-Lindswood

Adzan baru saja selesai berkumandang
Mujahid Jumah berduyun datang
Menjemput kemenangan
Di Masjid Al Noor dan Masjid Lindswood
Di suatu siang yang dingin
di kota Christchurch NZ

Saat itu,
Kau melenggang dengan ringan
Masuk pelataran masjid kami
Membawa senapan berisi peluru tajam beserta magazen tambahan
Diiringi musik  dan sambil bersiaran
Kau ingin  melawan siapa?
Kau ingin memerangi siapa?
Kau ingin melenyapkan apa?
Kau ingin menghancurkan hal apa?

Adzan baru selesai berkumandang
Saat kau melenggang ringan
Dan senjata mu, melontarkan peluru tajam
Pada saudara kami seiman
Yang menyapamu di pelataran masjid
Dengan sapaan
 "wahai saudaraku: Hallo brother "
Dan kau memberinya hadiah
Rentetan peluru tajam padanya
Tidak hanya sebutir
Tapi ratusan butir
Lalu kau mengira dia telah mati?

Bagai sebuah permainan
Kau masuki rumah ibadah kami
Dan kau tembaki saudara kami seiman
Seakan kau ingin menari bahagia diatas kematian saudara kami seiman
Lagi-lagi kau mengira mereka telah mati?

Wahai saudaraku
Saat Hulagu Khan dan ratusan ribu tentara Mongol menghancurkan dinasti Abbasiyah di Baghdad
Ratusan ribu nyawa saudara kami seiman, wafat bersama lembaran kitab yang menghitamkan Sungat Tigris dan Eufrat
Tidak sampai seratus tahun kemudian
Kekaisarannya hancur
Berganti dengan dinasti Ming
Yang terkenal dengan
Laksamana Cheng Ho nya
Sang Panglima Laut Muslim Han
Bahkan Sang Raja
Beserta Perdana Menteri
Para penasehat, gubernur, panglima
Mendapat hidayah
Menjadi muslim
Cahaya Islam merebak di Ghuangzhou, Fuzho, Xian ,Xinjiang, Nanjing dan puluhan kota pantai yang dibawa para Dashi Persi
Tiga ratus tahun mereka berkuasa
Hingga kini, belum sirna
Adzan pun masih menggema
Di daratan China
Dan kau tak tau tentang itu

Saat Constatinopel menjadi menjadi pusat Romawi Timur
Yang kekuasaannya membentang mulai dari Laut hitam hingga Laut mediteranian
Akhirnya harus takluk Pada Sultan Muhamad Al Fatih
Dan mengubahnya menjadi Istambul
500 tahun Cahaya Islam bersinar
Hingga kini
Walau kekhalifahan Utsmaniyah, telah tumbang , berganti
Tapi adzan tetap terus menggema
Dan kau tak tau tentang itu

Ketika Tareq Bin Ziyad menyerbu Granada
Membakar seluruh kapalnya
Dan mengkomando para mujahid Islam untuk maju bertempur tanpa berpikir untuk kembali
Granada jatuh di tangan para mujahid
800 tahun Bani Ummayyah berkuasa
Walau akhirnya kaum muslim harus terusir dari Andalusia
Cahaya Islam meredup di Eropa
Dan aku tau kau takutkan itu
Ketakutan akan bangkitnya saudara kami seiman
Dari lelap tidur yang panjang
Untuk menggemakan kembali Adzan
Di Istana Alhambra Andalusia, Sevilla dan Cordoba

Wahai saudaraku
Kami tau , kau tidak tahu
Bahwa hidup kami ini fana
Dunia kami hanyalah tempat persinggahan sementara
Rumah kami adalah hamparan luas bumi Alloh
Kerinduan kami adalah menjumpai Rasululloh
Cita cita kami adalah menjadi mujahid
Yang mati dalam keadaan syahid

Kami tau,  kau tak tau
Bahwa syahid, tidak hanya wafat saat membela agama Alloh
Tapi termasuk jua, wafat saat melaksanakan perintah Alloh SWT

Dan kau..
Telah menjadikan saudara kami seiman  menjadi mujahid yang syahid saat melaksanakan perintah Alloh SWT
Apakah mereka mati seperti yang kau inginkan?
Apakakah mereka mati seperti yang kau pikirkan?

Sayangnya tidak saudaraku,
Aku tau, kau tak tau
Tuhan kami, Alloh Swt  berfirman
"Dan janganlah kamu mengatakan kepada orang-orang yang gugur di jalan Allah, (itu mereka)) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya. "
Qur'an Surah Al-Baqarah: 154
Mereka hidup, saudaraku
Di Jannatul Firdaus
Bersama kekasih hati kami, Rasulluloh SAW

Oleh karena kami tidak takut
Kami tidak cemas
Kami tidak gentar
Karena wafatnya saudara kami seiman
Yang syahid di masjid masjid kami
Adalah dambaan kami
Cita cita kami
Yang kami tau, kau tak tau tentang itu

Dan sungguh
Keyakinan kami ini lebih kuat
Daripada ribuan pucuk senjata yang kau miliki
Lebih dahsyat
Dari puluhan bom yang kau ledakan
Lebih bergetar
Ketimbang serbuan tank, kapal dan pesawat terbang yang kau kirimkan

Kau telah mempersatukan keyakinan kami
Untuk bergerak bersama menghadapi kau
Dan sekutumu
Yang ingin menghancurkan kami

Kami memiliki Alloh Subhanahu Wata'ala
Kami memiliki armada ababil yang kau tak tau apa itu
Kami memiliki Ruh sahabat Abu Bakar , Umar, Utsman dan Ali yang kau tau  siapa itu
Dan kami memiliki  Alqur'an , As Sunah dan Ukhuwah Islamiyah yang kau tak pedulikan semua itu
Tapi kuat terpatrikan dihati kami

Kau telah membantu kami
Untuk bangkit, kuat dan teguh menghadapimu
Dan sekutumu
Dan makin memperkuat yakin kami
Bahwa kami sudah bangkit
Bukan hanya di Turki, Arab Saudi, pun di Mesir, Asia  dan Afrika

Tapi
Kami bangkit di negeri negeri mu
Daratan Eropa, Amerika dan para sekutumu
Tak akan ada yang mampu membendung kami
Karena Allohu Robbi bersama kami

Jika kau hinakan kami
Kami bersabar
Jika kau lecehkan kami
Kami diam
Jika kau perangi kami
Kami akan bertahan
Hingga saatnya...
Keberanian Umar, ketangkasan Ali, kecerdikan Khalid bin walid, ketaatan Saad bin Abi waqqas, keteguhan Tareq bin Ziad, kebijaksanaan Salahudin Al Ayubi, ketawadduan Umar bin Abdul Azis, dan kecerdasan Muhammad Al Fatih,  akan bangkit
Bangkit bersama jiwa jiwa istiqomah untuk menghadapimu

Karena sesungguhnya
Kau telah kalah
Sebelum memerangi kami
Kau telah kalah oleh hawa nafsu mu sendiri
Yang mengubur hati dan jiwamu
Dalam kesunyian yang pilu
Kau telah berada dalam sepi
Sehingga hilang nurani dan kasih dihatimu

Saudaraku
Kami tiada akan memerangimu
Karena ketidaktahuanmu akan indahnya ukhuwah kami
Kami dengan sungguh hati, mendoakan
Segera hidayah Alloh SWT menghampirimu
Dan kau akan jadi saudara kami  seiman
Lalu  kita  bersilaturahmi
Sambil bersholat taubah, membaca Al Qur'an
Bersholat Jama'ah
Di masjid yang pernah kau banjiri dengan darah
Yang harum kesturinya
Menggugah para syahid
Untuk terus mengumandangkan adzan
Dikota kota mu
Dan Insya Alloh
Kau akan menjadi  salah satunya
Brenton  'Bilal' al Tarrant

Kami tetap mengasihimu
Karena Keteladanan Kekasih kami Rasululloh SAW, yang tetap menyuapi kafir Yahudi renta buta, yg tiada henti, mencaci Rasullolah SAW
Hingga manakala Rasullulah wafat, dan sahabat Abu Bakar menggantikannya, ia baru tahu, jika yang dicacinya, adalah orang yang selalu menyuapinya dengan lembut.

Kelembutan
Kasih sayang
Kesabaran
Kedamaian
Itulah yang akan memenangkan jihad kami di negaramu
Lebih dari senjata senjatamu yang kau pakai menghancurkan kami..

Keyakinan dan doa kami
Adalah senjata terdahsyat menghadapimu
Sabar dan saksikan
Tak lama lagi
Kau akan lihat
Itu semua akan  terbukti!
Sebagai jawaban atas pertanyaan
Mengapa kami bela keyakinan kami
Sampai mati
Dan mengapa kami tiada ingin membalas perlakuanmu
Karena kau belum tau
Karena kau belum merasakan
Indahnya memiliki hati yang dipenuhi
Cinta pada Illahi Robbi

Innalilahi wa inna illaihi roji'un
Al Fatihah

Dedicated for mujahid mujahidah
Tragedi Masjid Al Noor Masjid Lindswood, christchurch
New Zealand
15 03 2019 21.00

dr. Hisnindarsyah
Pengurus RMI NU Jawa Timur

Posting Komentar

1 Komentar