Artikel Terbaru

header ads

Keistimewaan Bulan Rajab Bagi Warga NU

Bagi warga NU, bulan Rajab memiliki makna yang sangat istimewa. Selain sebagai trilogi bulan-bulan mulia seperti Sya'ban dan Ramadlan, beberapa peristiwa besar bersejarah juga terjadi di bulan Rajab.

Bagi warga NU bulan Rajab mempunyai makna istimewa, sebab bulan Rajab merupakan syahrullah (bulannya Allah) di mana kita diperintahkan untuk lebih membersihkan nurani kita dalam rangka menyambut kehadiran bulan suci ramadhan. Sebagaimana doa yang diajarkan oleh baginda Rasulullah yang selalu kita dengungkan, Allahumma bariklana fi rajaba wa sya'bana waballigna fi ramadhan.

Keistimewaan selanjutnya adalah Jam'iyyah Nahdlatul Ulama didirikan pada bulan Rajab. Bulan Rajab bagi warga NU selalu istimewa. Karena di bulan ini pula Hadratussyaikh romo KH Hasyim Asy'ari setelah mendapatkan isyarah tongkat dari Syaikhona Kholil Bangkalan, yang merupakan  guru dari ulama-ulama besar Nusantara, mendirikan Jam'iyyah Nahdlatul Ulama pada tanggal 16 Rajab 1344 H yang bertepatan dengan tanggal 31 Januari 1926. Oleh karena itu kita harus yakin bahwa keberadaan Nahdlatul Ulama ini sengaja diadakan oleh Allah untuk keselamatan kita dan keluarga kita, bahkan untuk keselamatan bangsa dan negara yang  kita cintai ini.

Namun demikian, kita juga perlu mengetahui bahwa ada banyak peristiwa penting di Bulan Rajab, antara lain:*)

Lahirnya Ali bin Abi Thalib
Peristiwa besar pertama yang terjadi pada bulan Rajab adalah lahirnya Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Ia lahir pada tanggal 13 Rajab, 23 tahun sebelum Nabi Muhammad Saw., hijrah ke Madinah. Ali merupakan anak dari paman nabi yakni Abi Thalib. Ketika besar, Ali kemudian menikahi Fatimah Az-Zahra putri Nabi Muhammad Saw. Ali juga termasuk orang pertama yang memeluk Islam dan juga salah satu khalifah dari empat Khulafaur Rasyidin.

Hijrah ke Habsyah
Hijrah ke Habsyah adalah peristiwa besar kedua yang terjadi pada Bulan Rajab. Peristiwa ini terjadi ketika Nabi Muhammad Saw., masih berdakwah di Makkah. Sebagaimana diketahui, kaum kafir Quraisy selalu mengaggu dakwah nabi bahkan tidak segan-segan melakukan penyiksaan terhadap para pengikut nabi. Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan karena kaum Quraisy semakin bengis melakukan penyiksaan, maka Nabi Muhammad Saw., memerintahkan umatnya untuk hijrah ke Habsyah. Peristiwa ini terjadi pada Bulan Rajab tahun ke-5 kenabian. Wilayah Habasyah saat itu dipimpin oleh seorang Raja yang Arif bernama Raja Najasy. Berkat kebaikan hati Raja Najasy, umat Islam diterima dan dimuliakan di Habsyah.

Isra’ Mi’raj
Peristiwa besar ketiga yang terjadi pada Bulan Rajab adalah peristiwa Isra’ Mi’raj. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 27 Rajab tahun 10 kenabian. Isra’ adalah perjalanan Nabi Muhammad Saw., dari Masjidil Haram Makkah ke Masjidil Aqsha Palestina. Setelah itu dilanjutkan dengan Mi’raj yakni naiknya Nabi Muhammad Saw., dari Masjidil Aqsha menuju Sidratul Muntaha di langit ketujuh. Dua peristiwa hebat tersebut terjadi hanya dalam satu malam saja. Makanya, banyak yang meragukan peristiwa Isra’ Mi’raj karena secara logika dianggap mustahil. Oleh-oleh Nabi Muhammad Saw., untuk umatnya dari peristiwa Isra’ Mi’raj adalah kewajiban menjalankan shalat lima waktu.

Perang Tabuk
Perang Tabuk tercatat sebagai peristiwa besar keempat yang terjadi Bulan Rajab. Perang Tabuk ini adalah peperangan antara umat Islam dengan Kekaisaran Romawi. Perang ini terjadi pada tanggal 19 Rajab tahun 9 H. Saat itu, Nabi Muhammad Saw., membawa 30.000 pasukan untuk menghadapi pasukan Romawi di Tabuk (wilayah Syam). Pasukan sebesar dan sebanyak itu kemudian membuat kecut pasukan Romawi. Apalagi, pasukan umat Islam langsung dipimpin oleh Nabi Muhammad Saw. Hal itu membuat pasukan Romawi gentar. Akhirnya mereka mundur meninggalkan Tabuk. Dengan kemunduran pasukan Romawi, maka umat Islam dapat memenangkan peperangan sebelum berperang. Kemenangan atas pasukan Romawi tersebut memperkokoh kedudukan Islam di seluruh Jazirah Arab. Perang ini merupakan perang terakhir yang diikuti oleh Nabi Muhammad Saw.

Imam Syafi’i Dilahirkan
Peristiwa selanjutnya yang terjadi pada Buan Rajab adalah lahirnya seorang bayi mungil yang dikemudian hari menjadi ulama besar dan salah satu dari imam empat madzab. Bayi mungil itu dikenal dengan nama Imam Syafi’i. Imam Syafi’i lahir pada Bulan Rajab tahun 150 H. Imam Syafi’i memiliki nama lengkap Abu Abdillah Muhammad bin Idris As-Syafi’i Al-Muttalibi Al-Qurashi. Dari jalur sang ayah, ia memiliki nasab yang sampai kepada Nabi Muhammad Saw. Imam Syafi’i kemudian menjadi ulama besar dan pendiri madzab Syafi’i. Kitab karangannya yang terkenal adalah ar-Risalah al-Qadimah.

Pembebasan Baitul Maqdis
Peristiwa besar selanjutnya adalah bebasnya Baitul Maqdis Palestina dari cengkraman Pasukan Salib. Pembebasan Baitul Maqdis yang terletak di Yerussalem Palestina ini dilakukan oleh pahlawan umat Islam bernama Salahuddin Al-Ayyubi. Ia adalah putra dari Najmuddin bin Ayyub dan pendiri Dinasti Ayyubiyah di Mesir. Salahuddin berhasil membebaskan Baitul Maqdis pada bulan Rajab 583 H melalui peperangan heroik bernama Perang Hattin.

Runtuhnya Turki Utsmani
Peristiwa besar terakhir yang dicatat sejarah terjadi pada Bulan Rajab adalah runtuhnya Kekhalifahan Turki Utsmani. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 28 Rajab tahun 1924 M. Adalah Mustafa Kemal At-Tartuk yang menghapus sistem kekhalifahan Turki Utsmani dan mengubahnya menjadi negara sekuler. Turki Utsmani sendiri merupakan salah satu kekhalifahan besar yang pernah ada dalam sejarah umat Islam selain Dinasti Umayyah dan Dinasti Abbasiyah. (rk)

Posting Komentar

0 Komentar