Artikel Terbaru

header ads

RMI-NU Jatim Ajak Santri Menjadi Entrepreneur

PW RMI NU Jawa Timur bersama LKAS (Lumbung Kreasi Asta Santri) mengadakan event Road To Pesantren dengan tema Mondok Sebagai Dasar Utama Kesuksesan. Event tersebut dihadiri santri/santriwati se Kabupaten Lumajang dan sekitarnya,  dan bupati Lumajang Thoriqul Haq, M. ML.

Selain itu seminar ini juga dihadiri narasumber yang luar biasa dalam bidang entrepreneur, yakni Abdul Aziz (Direktur CV Hokindo dan Salah Satu Pendiri Kampung Coklat) Juga merupakan Ketua LPNU Blitar (Pemenang NU Award 2018) mewakili Praktisi Pengusaha, H Abdul Adzim (Direktur LKAD, Lintas Darfiq Group), dan Ning Firda (Kiswah Female di TV9).

Menurut  Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, santri setelah keluar dari pondok bisa jadi apa saja yang diinginkan. Termasuk salah satunya entrepreneur. Santri harus pandai melihat peluang yang ada disekitarnya. Seperti di pondok pesantren, santri terbiasa memakai sarung dan kopyah. Hal tersebut bisa dijadikan peluang oleh santri. Dengan tidak hanya menjadi konsumen sarung dan kopyah tapi menjadi produsen sarung dan kopyah. Artinya, santri berintegrasi dengan pondok pesantren dapat memproduksi sarung dan kopyah sendiri yang selanjutnya dapat dijual di dalam dan di luar pondok pesantren.

Sementara, Abdul Aziz mengatakan bahwa "Wirausaha harus dilandasi dengan kemauan yang kuat maka Yakini kemudian Jalani. Tidak hanya itu kita sebagai santri juga Harus pinter bisa branding melalui ATM (Amati Tiru Modifikasi), maka dengan hal itu meskipun didalam pesantren mindset wirausaha akan terus berkembang.

Direktur LKAS, H. Abdul Adzim atau biasa disapa Gus Adzim mengajak santri menjadikan spirit santri sebagai modal utama dalam membentuk entrepreneur. Ia juga menginhatkan sebagai santri, jangan hanya pintar agama saja, tapi  perlu juga pintar ilmu lainnya dan juga aktualisasi ilmu yang kita serap ke masyarakat.

Posting Komentar

0 Komentar