Artikel Terbaru

header ads

Gus Dur yang Mampu Menembus Batas Batin


Dua hari setelah wafatnya Gus Dur, tidak mebuat suasana di Tebuireng sunyi. Yang terjadi adalah justru semakin ramai dengan peziarah yang ingin menumpahkan rasa duka atas wafatnya Gus Dur. Ada banyak kejadian yang menurut saya, sungguh betapa sosok Gus Dur mampu menembus batas batiniyah seseorang.

Maghrib setelah Gus Dur dimakamkan, satpam pondok menyampaikan bahwa tanah gundukan makam Gus Dur perlu ditambah. Kenapa harus ditambah? tanya saya. "Karena diambil oleh peziarah sebagai kenang-kenangan" jawabnya. Hah !!! Kenang-kenangan tanah makam????? Luar biasa. Dalam benak saya, kalo satu peziarah mengambil satu genggam tanah kali sekian ribu peziarah, mungkin perlu cadangan satu rit pick up tanah uruk agar makam Gus Dur yang mulia selalu terjaga.

Pagi tadi, ketika saya berdiri didepan rumah yang kebetulan berhadapan langsung dengan pesantren Tebuireng, sebuah mobil melintang kearah barat dengan kap mesin terbuka. Mobil tsb cukup tua dengan 4 penumpang yang dilihat dari sudut keamanan, cukup mengkhawatirkan. Tiba-tiba datang seseorang yang mengaku pemilik mobil. Saya tanya, kenapa mobilnya? Jawabnya : persneling tdk bisa digerakkan. Akhirnya saya panggilkan bengkel. Kata bengkel yang bernama cak Ruman, ini adalah mobil yang ketiga yang dia tangani selama 2 hari sejak wafatnya Gus Dur. Bagi sebagian orang, demi Gus Dur, keamanan kendaraan tidak begitu penting.

Tak lama setelah urusan mobil diatas selesai. kemudian, seorang tamu mohon ijin agar bisa memarkir sepeda motor diteras depan rumah. Saya persilahkan saja. Ketika saya tanya dari mana asalnya, bapak tadi menjawab dari Pekalongan. Kembali saya terkejut. Pekalongan yang kalo ditempuh dengan mobil sekitar 11-12 jam dan cukup melelahkan, ditempuh oleh bapak tersebut kurang dari 9 jam.

Saat catatan ini saya buat, digerbang depan rumah saya, tergelar sebuah tikar lebar yang diatasnya tidur lebih dari 10 orang. Ketika saya tanya asalnya, dari Pasuruan. Pikiran saya mengatakan, betapa hebatnya Gus Dur, yang mampu menembus batas batin seseorang sehingga orang tersebut, mampu melakukan hal yang bagi orang lain susah dilakukan. Menggelar tikar didepan rumah saya, padahal lalu lintas mobil dan orang sangat padat tanpa merasa risih. Satu tujuan, bisa tahlil dimakam Gus Dur malam ini.

Selamat jalan gus !


*) Agus M Zaki

Posting Komentar

0 Komentar